Berada di Zona Merah Gempa Bumi Dua SD Belum Dibangun Kembali, Begini Penjelasan Kadispora Kabupaten Cianjur

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Pendidikan, BANGBARA.COM - Dua SD Negeri dari ratusan SD Negeri nan terdampak gempa bumi Cianjur, 21 November 2022, hingga sekarang belum bisa dibangun kembali.

Alasannya lantaran berada pada area merah gempa bumi, sehingga pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR meminta agar gedung SD Negeri itu, sebaiknya direlokasi ke tempat nan lebih aman.

Kedua SD Negeri tersebut, ialah Gedung SD Negeri Cugenang 1 dan SD Negeri Girijaya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Baca Juga: Lansia Akan Diberikan Makanan Sehat Sehari Dua Kali, Begini Kata Bupati Cianjur

Tapi rupanya tidak mudah jika bakal merelokasi gedung sekolah. Sebab menyangkut para siswanya nan notabene tinggal di perkampungan-perkampungan nan berada di sekitar gedung SD Negeri tersebut.

“Makanya relokasi pun belum bisa dilaksanakan,” kata Kepala Disdikpora (Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga) Kabupaten Cianjur Ruhli Solehudin saat meninjau kedua gedung SD Negeri tersebut.

Sebelumnya Ruhli Solehudin menghadiri audiensi berbareng Kepala SDN Cugenang, para guru, Komite Sekolah dan perwakilan orang tua siswa SDN Cugenang di aula PGRI Kecamatan Cugenang, Senin 15 Januari 2024.

Baca Juga: TPA Pasir Sembung Ditutup Penggantinya TPST Mekarsari, Begini Kata Bupati Cianjur

Sekarang ini, untuk aktivitas belajar para siswanya, untuk siswa SDN Cugenang numpang di Gedung Serba Guna PGRI Kecamatan Cugenang, dan untuk siswa SDN Girijaya numpang di gedung SD terdekat nan telah selesai dibangun kembali.

Menurut Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur Ruhli Solehudin, dua gedung SD nan hancur akibat gempa bumi itu bakal diupayakan dibangun kembali di tempat semula.

Turut datang dalam audiensi itu, Kasi Sarpras SD, Sekretaris Kecamatan Cugenang, Kordik Cugenang dan pengurus PGRI Kecamatan Cugenang.

Baca Juga: Andre Taulany Ancam Gugat Balik! Ndhank Gugat Rp35 Miliar Akhirnya Berujung Minta Maaf, Begini Katanya

“Setelah kita memandang ke lapangan, menelaah dan konsultasi dengan PUPR dari pihak kabupaten serta berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Cugenang, kita bakal mengusahakan sebaik mungkin bahwa pembangunan SDN Cugenang ini diupayakan untuk tetap dilaksanakan pembangunannya di letak semula,” ungkapannya.

“Dengan beberapa masukan untuk struktur gedung diperkuat, berbeda dengan struktur gedung sekolah lain nan sudah dibangun pasca gempa bumi,” lanjutnya.

Ruhli berharap, tahun ini pembangunan gedung SDN tersebut bisa segera dilaksanakan, sehingga pada tahun aliran baru nanti, para muridnya sudah bisa belajar di gedung nan baru.

Selengkapnya
Sumber Info Berita Bangbara
Info Berita Bangbara